Warga karawang.com – Realisasi produksi padi di daerah lumbung padi, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, telah mencapai 955.951 ton gabah kering panen hingga Agustus 2026.
“Sebagai daerah lumbung padi nasional, Karawang tetap menjaga produktivitas padi,” kata Bupati Karawang Aep Syaepuloh di Karawang, Kamis.
Ia menyampaikan, hingga Agustus 2026 produksi padi di Karawang telah mencapai 955.951 ton atau 67,8 persen dari target yang telah ditetapkan pada tahun ini sebanyak 1,41 juta ton.
Disebutkan, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Karawang terus mengawal produksi padi, agar target tercapai hingga akhir tahun ini.
“Capaian produksi padi kita kawal dengan bantuan benih gratis, perbaikan irigasi dan subsidi distribusi pangan, agar harga beras tetap terjangkau oleh masyarakat,” katanya.
Selain itu, infrastruktur jalan yang menjadi akses ke area pertanian juga diperhatikan, agar para petani tidak kesulitan membawa hasil panen.
Sementara itu, Kepala Bidang Sarana Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Pertanian Karawang Mahmud menyampaikan kondisi kemarau memang berpotensi mengganggu produktivitas pertanian.
Para petani di beberapa daerah di sekitar Karawang kesulitan menanam padi saat kemarau. Kondisi tersebut cukup mengganggu produktivitas padi.
Namun pihaknya optimistis target produksi padi tahun ini bisa tercapai. Sebab Pemkab Karawang telah menyalurkan bantuan pompa air untuk membantu petani mendapatkan air untuk mengairi areal persawahan saat kemarau.
Sedangkan sebagai bagian dari upaya mengejar sisa target tersebut, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Karawang mengandalkan percepatan tanam, penerapan teknologi pertanian modern, hingga pompanisasi di wilayah yang mengalami keterbatasan air.
